Ini Dia Wine Pala Dari Siau Yang Diminati Turis Asing – Mata Desa
Connect with us

Feature

Ini Dia Wine Pala Dari Siau Yang Diminati Turis Asing

Siau dikenal sebagai penghasil pala terbaik di dunia.

MATADESA.com – Pulau Siau di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara dikenal sebagai penghasil pala terbaik di dunia. Biji pala yang sudah dikeringkan menjadi bahan dasar untuk bumbu dan kosmetik.

Namun disamping biji pala, daging buah pala juga diolah menjadi wine pala dengan cita rasa yang khas.

Warnanya coklat pekat. Sementara aromanya begitu menyengat khas tanaman asli Nusantara, pala. Begitu diteguk, dalam per sekian detik minuman ini langsung bereaksi dengan tubuh menghasilkan sensasi hangat.

“Sama seperti wine biasanya. Aromanya kuat dengan rasa pahit, asam dan manis berpadu,” kata wisatawan asal Jakarta, Tommy, saat meneguk wine atau anggur Pala, Kamis (16/8/2019).

Berbotol-botol wine yang tersaji di hadapan Tommy tersebut dibuat oleh Melliy Manginsihi dan ibu-ibu PKK lainnya di Desa Beong.

Melliy mengatakan pembuatan wine pala ini bermula dari pelatihan di Manado oleh seorang Wine Sommelier asal Prancis. Dia bersama dua orang lainnya belajar membuat wine selama seminggu pada 2009 lalu. Bagian pala yang dipakai berupa buah.

“Pengolahan pala dikukus diperas dan diambil sarinya lalu ditambah sari toauge yang direbus. Lalu dimasak pakai gula baru difermentasi 1 bulan. Dikemas dalam botol kaca,” terang Melliy.

Dengan kadar alkohol hingga 14% serta citarasa khas, wine pala pun berhasil memikat wisatawan, utamanya para bule.

“Kata bule enak karena beda soalnya dia panas. Kalau nelayan masuk angin bisa minum itu juga biar berkeringat,” ucapnya sambil tersenyum.

Usaha ibu-ibu PKK ini pun didukung oleh Kepala Desa Beong, Hervie Mandak. Hervie mengaku dana desa sebesar Rp 800 juta yang dia terima, 15% dia gunakan untuk mendukung para pekebun pala serta ibu-ibu pembuat wine pala.

“Tahun lalu sudah dibuat ruangan untuk pembuatan wine pala sama pengadaan alat-alat seperti panci, penggilingan,” tandas Hervie.

Namun karena masih dalam pengurusan izin, produksi wine pala masih terbatas dan dibuat sesuai pesanan. Kendati demikian, Hervie bersama Pemkab masih berusaha mengenalkan wine pala dan berharap akan bisa mendunia. Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di detik.com

Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
  • Kisah cinta berujung penganiayaan, sang mantan pacar diringkus URC Totosik 19/11/2019
    TOMOHON, ZONAUTARA.com – Nasib sial dialami wanita berinisial GL (18), warga Tataaran, Kabupaten Minahasa, Selasa (19/11/2019) dini hari. Pasalnya, akibat menolak ajakan sang mantan untuk kembali menjalin cinta, mahasiswi ini harus mendapatkan pukulan dari mantan pacarnya, yakni RG alias Rifky (20), warga Lingkungan IV, Kelurahan Pakadoodan, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Peristiwa inipun diketahui oleh Tim […]
    Christo Senduk
  • LTP3G Pemuda GMIM sukses digelar 19/11/2019
    MINAHASA, ZONAUTARA.com – Latihan Tenaga Pembina Pelayanan Pemuda Gereja (LTP3G) Angkatan X Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) sukses digelar di Wilayah Tondano Tiga jemaat GMIM Abraham Tataaran Patar, 15 hingga 17 November 2019. Kegiatan ini merupakan wadah yang strategis sekaligus upaya menempah para kader pemuda GMIM agar terus memiliki hati, wawasan, karakter dan […]
    Christo Senduk
  • Bijak hari ini: Menanam cinta 19/11/2019
    The post Bijak hari ini: Menanam cinta appeared first on Tak sekadar menyajikan berita.
    Rahadih Gedoan