Connect with us

Highlight

Surat Terbuka Untuk Presiden Republik Indonesia Soal Penyalahgunaan Dana Desa

Facebook Eddie Therock

Surat terbuka ini sebeluknya diposting oleh Penulis Eddie Therock melalui account Facebook miliknya.

Kepada Yth :
Bapak Ir. Joko Widodo
Presiden terpilih Republik Indonesia
Periode 2019 – 2024.

Di-Tempat

Perihal : Prihatin terhadap penyalahgunaan Dana Desa.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Salam Sejahtera bagi kita
Om Swastiastu.
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan…

Dengan hormat

Sebelumnya saya mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan batin.Mari kita jadikan momentum hari raya ini sebagai ajang untuk mempererat kembali persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa yang besar..

Perkenankanlah saya menyampaikan “Selamat atas terpilhnya Bapak Ir, Joko Widodo dan Prof.Dr.Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 dan menyambut kemenangan ini dengan penuh sukacita iman dan rasa syukur menuju Indonesia semakin hebat dan bermartabat.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang siap bekerja keras dan ikut mengawal langkah dan program kerja pemerintah 5 (lima) tahun mendatang yang lebih berwibawa, berkeadilan dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia maka terkait persoalan kesejahteraan, saya bermaksud menyampaikan aspirasi ini sebagai bentuk keprihatinan banyak pihak dengan maraknya penyalahgunaan Dana Desa yang dapat mencederai niat baik dan perjuangan pak Jokowi selama ini.

Sejak awal pemerintahan pak Jokowi, saya yakin dan optimis Indonesia akan banyak mengalami perubahan dan kemajuan selama kurun waktu 5 (lima) tahun pertama, dan telah mendapat pengakuan dunia internasional. Komitmen membangun Indonesia dari Desa benar-benar di implementasikan dalam 9 Program prioritas Nawacita untuk memperkuat perekonomian wilayah pinggiran dan desa-desa dengan megalokasikan Dana Desa hingga ratusan triliunan rupiah sejak tahun 2015 sd tahun 2019 di 83.184 wilayah (74.754 Desa + 8.430 Kelurahan) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2015 tentang Kode dan data wilayah Administrasi pemerintahan) dengan rincin sebagai berikut :
1.2015 sebesar Rp.20,7 Triliun;.
2.2016 sebesar Rp. 47 Triliun;
3.2017 sebesar Rp. 60 Triliun;
4.2018 sebesar Rp. 60 Triliun;
5.2019 sebesar Rp. 70 Triliun 
(plus Rp.3 Triliun Dana Kelurahan)
(Sumber Sekretariat Kabinet RI)

Itu artinya kucuran Dana Desa sampai dengan tahun ini mencapai Rp.257,7 Triliun. Angka yang sangat fantastis,

Komitmen yang dilakukan dengan mendorong percepatan pembangunan khususnya di daerah yang termarjinalkan termasuk kawasan desa merupakan salah satu upaya mengatasi hambatan dan tantangan pembangunan yang merujuk pada kemiskinan, kesenjangan dan ketertinggalan desa yang harus diberdayakan secara maksimal dan bermuara pada strategi pembangunan kawasan pedesaan menuju desa yang mandiri, sejahtera, adil dan merata agar dapat mewujudkan :” Maju Desaku, Maju Indonesiaku “

Bapak Jokowi yang saya kasihi dan banggakan:
Saya sangat mengapresiasi upaya pemerintah membangun Indonesia dari desa dengan pemberian dana segar, Namun tahukah Pak Jokowi bahwa dibalik pencapaian Indonesia bangun Desa selama ini tidak sedikit pula Dana Desa yang digelontorkan disalahgunakan oleh oknum Aparat Desa. Ini disebabkan karena mental yang belum siap menerima Dana Besar yang cenderung menyimpang dari Petunjuk Teknis (Juknis) yang berujung pada tindakan Pidana Korupsi.

Praktek korupsi dana desa, versi ICW, menunjukkan: tahun 2015 (17 kasus), tahun 2016 (41 kasus), tahun 2017 (96 kasus), dan tahun 2018, yakni medio semester I (29 kasus). Kumulatif hingga saat ini sedikitnya ada 141 kepala desa tersangkut kasus korupsi dana desa yang semuanya menjadikan anggaran desa sebagai objek yang rentan dikorupsi. ICW juga telah mencatat bahwa sektor anggaran desa menyumbang kasus korupsi terbesar ketimbang sektor lain. Jadi “Korupsi terbanyak terjadi di desa, terkait dana desa,” (Sumber CNN Indonesia, Kamis, 07 Pebruari 2019 Pukul 20:20 Wib di Jakarta).

Beberapa Media Nasional dan lokal online ikut memberitakan kasus demi kasus atas penyalahgunaan Dana Desa seperti :
1. Ada 900 Kades ditangkap gara-gara Dana Desa; 
(Detik News.id)
2. Gurih-gurih sedap Korupsi Dana Desa; 
(merdeka.com)
3. Diduga Buat Laporan Fiktif Kades dan Bendahara di
Kolut diringkus Polisi (koransultra.com);
4. Polisi Sita 2 Mobil Kades hasil Korupsi Dana Desa;
(kompas.tv)
5. Siap-siap seluruh Bupati akan dipanggil KPK soal Dana
Desa;(jawapos.com)
6. Korupsi Dana Desa Kades dan Perangkat Desa di 
Bengkulu dijebloskan ke Penjara;(sindonews.com
7. Korupsi Dana Desa Kades Beli Mobil dan Kawin Lagi;
(mediadesa.id)
8. Polda Sumsel Usut 9 Kasus Dugaan Kades 
selewengkan Dana Desa;(kompas.com)
9. Polisi tangkap Kades di SumselPakai Dana Desa untuk 
Liburan dan Kawin Lagi;(detik.id)
10. Satu lagi Kades Korupsi Dana Desa dijebloskan Jaksa 
ke Rutah;(sigaponline.com)
11. Mulai diungkap, Kasus Korupsi Dana Desa Ratusan 
Juta di NTB;(indikatorntb.com)
12. Korupsi Dana Desa Mantan Kades 2 aparat Desa jadi 
tersangka di Kab Gowa Sulsel;(mediapurnapolri.net)
13. PNS dan mantan Kades ditahan karena Korupsi Dana 
Desa ; (regional.kompas.com
14. Diduga tilep Dana Desa Rp.350 juta Plt Kades ditahan 
Jaksa; (detiknews.id)

Persoalan yang terjadi di atas merupakan sebagian kasus penyalahgunaan Dana Desa yang kerap kali terjadi di tanah air. Korupsi sebagai penyakit mental yang acap kambuh bahkan menular tak cuma di pusat, bahkan sudah menggerus sampai ke desa. Berbagai demo menuntut pejabat mundur karena diduga korupsi terjadi di mana-mana. Ribuan buku, artikel, juga opini para akademisi dan pakar berseliweran di toko buku, perpustakaan, dan rak-rak buku bahkan di meja kerja kita tampaknya tak membuat si serakah tiarap mencuri uang rakyat desa.

Kucuran Dana Desa bisa menjadi momok dan permaslahan yang krusial apabila terus dibiarkan, padahal jika dana ini dikelola sesuai Petunjuk Teknis pelaksanaan dan terus diawasi secara ketat maka percepatan pembangunan infrastruktur dan non infrastruktur memanfaatkan Dana Desa niscaya perekonomian masyarakat akan jauh lebih meningkat sesuai dengan harapan Pak Jokowi terutama masyarakat di wilayah pedesaan.

Keputusan Pemerintah terkai Dana Desa meiliki manfaat yang sangat besar untuk memajukan desa yang berpotensi pada peningkatan taraf hidup orang banyak sebagai hakikat hidup manusia. Dengan adanya Dana Desa maka ketimpangan akan semakin bisa dipersempit, kemiskinan bisa dihilangkan, pengangguran juga diturunkan sebanyak-banyaknya. Namun apa yang akan terjadi jika Dana Desa disalahgunakan ?. Banyak ide-ide kotor yang kadang dilakukan untuk mengakali dan mengelabui para petugas di lapangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab seperti beberapa tindakan di bawah ini :
1, Membuat Rancangan Anggaran Pembangunan di atas harga pasar. Ini sering dilakukan untuk mendapatkan keuntungan;
2. Mengatur Pertanggungjawaban bangunan fisik padahal bangunan fisik tersebut dianggarkan dari Sumber lain, bukan dari dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah;
3. Menggelembungkan Honorarium sejumlah aparat desa yang seharusnya didapatkan secara wajar namun dibuat berlipat;
4. Pengelolaan Dana Desa kerap kali melibatkan orang-orang terdekat dan keluarga dengan maksud dan tujuan untuk memperkaya diri;
5. Membuat agenda perjalanan dinas fiktif bagi aparat desa yang bersumber dari Dana Desa padahal kenyataanya tidak pernah dilakukan perjalanan dinas untuk mendapatkan keuntungan pribadi;

Bapak Presiden yang saya cintai;
Bukan rahasia lagi jika korupsi Dana Desa kerap kali dilakukan oleh aparat Desa, Hal ini dipicu dari kucuran Dana Segar yang begitu besar dalam bentuk Dana Desa.Oleh karena itu cara paling efektif demi meminimalisir penyalahgunaan Dana Desa ketika Pak Jokowi dan Kementerian/Lembaga terkait melakukan pengucuran Dana Desa maka ada beberapa hal yang hendak saya usulkan :

1. Mengevaluasi Tata Kelola Pemerintah Desa. Dengan kata lain memahami betul kebutuhan di Desa.Di saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes) sebagai forum perencanaan lembaga public masyarakat Desa sering dilibatkan, namun persoalan pertanggungjawaban penggunaan Dana Desa jarang dipublikasikan secara transparan dihadapan publik desa;
2. Pembinaan Kepala Desa perlu adanya Ketegasan, dengan melakukan Seminar Nasional Pencegahan Korupsi melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi Deputi Pencegahan KPK di setiap Provinsi ;
3. Perlu dibuatkan Kerangka Acuan Kegiatan (Term Of Reference) Gerakan Bangun Desa di setiap Provinsi sebagai Pilot Project dengan maksud dan tujuan melakukan Gerakan Nasional Bangun Desa tanpa Korupsi, meminimalisir penyalahgunaan Dana Desa sebagai implementasi Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendes PDTT No 16 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019;memberikan kesempatan bagi Desa untuk mengembangkan potensi desa menggunakan Dana Desa dalam wujud One Village, One Product (OVOP) dengan memberikan motivasi dan kesempatan bagi pemerintah Desa agar dapat bersaing sehat serta bekerja secara transparan untuk membangun Desa dan menetapkan Hari Desa Nasional.(Kegiatan ini dilombakan di setiap Provinsi).
4. Membentuk Satuan Petugas Khusus (Satgassus) melalui proses Fit and Proper Test yang memiliki tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) melakukan pengawasan mulai dari Alokasi Dana Desa, Distribusi Dana Desa, Pemanfaatan Dana Desa sampai pada Pembuatan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Desa didampingi oleh Media Nasional/lokal yang kredibel;
5. Tindakan Tegas dalam penegakkan Hukum dan Hukuman Sosial agar menimbulkan efek jera bagi para pelaku.

Bapak Presiden yang saya hormati;
Atas dasar kecintaan dan kepedulian terhadap negeri inilah yang menggerakkan hati dan pikiran saya untuk menyampaikan Surat terbuka ini secara langsung sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi di lapangan perihal penyalahgunaan Dana desa yang menjadi lahan subur para koruptor lama dan baru yang dapat memicu terjadinya persoalan mendatang di Republik yang sama-sama kita cintai ini.

Demikian Surat terbuka ini ditulis tanpa ada unsur intervensi dari pihak manapun, namun murni dari ketulusan dengan mengamati dan menyikapi permasalahan akhir-akhir ini.
Teriring Salam dan Doa Semoga Allah yang Maha Pengasih memberikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan buat Pak Jokowi memimpin negara yang sangat besar ini menjadi lebih maju.

Terima kasih

Salam dan Hormat saya

Eddy Theodorus Terok
Penulis adalah : 
1.Kepala Biro Media Nasional Indonesia Berita Kab.Minahasa
2.Relawan Jokowi JPKP Provinsi Sulawesi Utara 
3.Aktivis Anti Korupsi Nusantara

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement
  • Liputan tentang Mangrove di Lolak 15/12/2019
    Kontributor Zonautara.com mendapat pendanaan liputan tema lingkungan, yang menyorot soal mangrove di pesisir pantai Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondouw. The post Liputan tentang Mangrove di Lolak appeared first on Tak sekadar menyajikan berita.
    Ronny Adolof Buol
  • Awali rangkaian NSCF, Santa Fun Run 5K spektakuler 14/12/2019
    MANADO, ZONAUTARA.com – Rangkaian kegiatan North Sulawesi Christmas Festival (NSCF) 2019 resmi dimulai Sabtu (14/12/2019). Santa Fun Run 5K pun menjadi kegiatan pembuka. Kegiatan yang mengambil start dari Best Western Lagoon Hotel dan finish di area parkiran Bank SulutGo Marina Plaza ini pun berlangsung spektakuler. Pasalnya, lebih dari 300 pelari berkostum Santa Claus ikut dalam […]
    Christo Senduk
  • Bapemperda warning perangkat daerah tak hadiri rapat pembahasan 13/12/2019
    TOMOHON, ZONAUTARA.com – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon menggelar rapat pembahasan bersama perangkat daerah terkait di ruang rapat Sekretariat DPRD, Jumat (13/12/2019). Rapat pembahasan tersebut dipimpin langsung Ketua Bapemperda Hudson D.N Bogia didampingi Wakil Ketua Jenny Sompotan, Sekretaris bukan anggota Sigie Pungus, serta nggota James Kojongian, Donald Pondaag, […]
    Christo Senduk