Connect with us

Talaitad Utara

Sejarah Singkat Desa Talaitad Raya

zonautara.com
Sebagai pemukiman di Talaitad Utara. (Foto: zonautara.com/Ronny Adolof Buol)
  1. Latar Belakang Nama Desa

Desa Talaitad Raya berada di sebelah timur, dan berjarak + 6,5 Km dari ibukota Kecamatan Suluun Tareran.  Adapun desa tersebut sebelumnya bukanlah bernama Talaitad tetapi bernama  “TOUNSAROINSONG “  yang artinya: orang yang dikelilingi oleh air atau pancuran.

Letak desa “TOUNSAROINSONG “ berada di bagian lembah sehingga pada waktu terbit dan terbenamnya matahari tidak dapat dilihat oleh penduduk. Namun, penduduk saat itu aman dan nyaman mendiami desa ini walaupun kurang mendapatkan sinar matahari pagi. Bahkan waktu untuk bekerja dirasakan oleh penduduk sangat singkat dibandingkan dengan waktu istirahat (malam hari lebih panjang daripada siang), sehingga penduduk merasa rugi untuk tetap mendiami desa “TOUNSAROINSONG “  yang berada di daerah lembah.

Oleh dasar itulah maka penduduk desa “TOUNSAROINSONG “  berusaha mencari tempat/daerah yang lebih baik untuk tinggal yaitu daerah ketinggian untuk lebih muda mendapatkan sinar matahari sejak pagi sampai sore hari, agar waktu untuk bekerja akan lebih panjang, sehingga ada beberapa tokoh masyarakat desa  “TOUNSAROINSONG “  mencari daerah yang lebih baik, sampai menemukan tempat yang dirasa cocok dan baik untuk dijadikan pemukiman baru, yaitu sekitar satu kilometer dari tempat semula (Tounsaroinsong).

Sesuai dengan persetujuan bersama para pimpinan dan masyarakat maka desa “TOUNSAROINSONG “ yang berada di MAWALE (sekarang nama kebun) dipindahkan di suatu tempat yang sejuk,  dan tempat tersebut terdapat air jatuh yang tingginya 10 meter.

Walaupun airnya sedikit tetapi air yang jatuh tersebut menimbulkan bunyi Sibak. Bunyi air yang jatuh bersibak tersebut, dalam bahasa Tontemboan adalah “MATARATAK”. dari sebutan inilah lahir nama Desa TALAITAD dari kata “MATARATAK” yang artinya : Bunyi air yang jatuh bersibak diatas batu yang besar.

Kata “MATARATAK” berubah lafal/ucapan menjadi TALAITAD.

 

  1. Penduduk Mula – Mula

Penduduk mula-mula desa Talaitad berasal dari sebelah selatan yang diperkirakan dari desa Wuwuk sekarang. Dan yang telah memimpin orang Wuwuk tersebut adalah 3 (tiga) orang tokoh, yakni :

  1. Awuan
  2. Sarijowan
  3. Pilalu

Untuk mencari tempat kediaman yang  baru mereka berjalan dari Wuwuk menuju kesuatu tempat yang bernama “PALOWAS“ menurut pendapat sangat mudah diserang penyamun. Maka kemudian mereka mencari tempat kediaman yang lain. Setelah berusaha mencari tempat kediaman yang lain, akhirnya mereka tiba disuatu tempat  dimana tempat tersebut telah terlebih dahulu dirintis oleh seorang yang bernama “WARANEY”  yang konon berasal dari KAKAS.

Nama WARANEY kemudian menjadi WANEY, yang kemudian menjadi nama marga/keluarga dan ada juga orang-orang yang menjadi pengikut dari WANEY, sehingga dapat disimpulkan bahwa penduduk mula-mula Desa Talaitad berasal dari Wuwuk dan Kakas.

Tempat yang diduduki semula itu, kira-kira satu kilometer dari desa sekarang ini (Desa Talaitad). Telah disebutkan diatas bahwa nama tempat itu yang merupakan nama desa lokasi kedua, yaitu “TOUNSAROINSONG “. Sekarang termpat tersebut dikenal/disebut MAWALE (bekas kampung/ pemukiman atau desa tua/lama).

      3. Waktu Berdirinya Desa

Perpindahan pertama oleh pelopor-pelopor penduduk itu seperti : AWUAN, SARIJOWAN, PILALU diperkirakan tahun 1750. Perpindahan itu yakni pada tempat pertama di desa TOUNSAROINSONGI. Tetapi perpindahan dari desa TOUNSAROINSONG (desa tua) ke desa yang baru yakni Desa TALAITAD, terjadi kira-kira pada tahun 1835, ketika desa itu dibawah pimpinan TETERUSAN FREDRIK WANEY.

Jadi penetapan tahun berdirinya desa mempunyai dua penetapan waktu yakni :

  1. Bila dihitung pemindahan pertama ditetapkan pada tahun 1750. hanyalah nama desa yang masih disebut  desa TOUNSAROINSONG  
  2. Bila dihitung pemindahan kedua maka perhitungan nanti pada tahun 1835. Pada tahun itulah desa tersebut disebut desa TALAITAD.

 

  1. Tokoh – Tokoh Pendiri Desa :

Adapun para tokoh-tokoh pendiri Desa Talaitad adalah :

  1. AWUAN
  2. SARIJOWAN
  3. PILALU

(Ketiga tokoh tersebut berasal dari WUWUK)

  1. WARANEY (WANEY)  (dari KAKAS)
  • AWUAN : jalannya timpang, sebab itu dinamai orang MAWIOR. MAWIOR adalah sebutan bahasa Tontemboan untuk (orang yang berjalan timpang). Dari sebutan MAWIOR inilah kemudian berubah nama menjadi WEOL. Penduduk Desa Talaitad sampai sat ini banyak keturunan yang bernama/marga WEOL.
  • SARIJOWAN: Sampai sekarang keluarga Sarijowan banyak di Desa Talaitad.
  • PILALU: Menurut cerita bahwa PELEALU berasal dari nama PILALU
  • WARANEY:  WARANEY berubah sebutannya menjadi WANEY.

Pada masa pimpinan FREDRIK WANEY (cucu turunan tingkat keempat Dotu WANEY) Desa Talaitad dipindahkan dari Tounsaroinsong ke desa sekarang ini, adapun pelopor-pelopornya adalah :

  • JOST SOLAMBELA WEOL
  • SAUL SARIJOWAN
  • DAN SEPANG

 

  1. Riwayat Pemerintahan.

Dari keempat tokoh pendiri desa tersebut tidak disebutkan siapa pemimpinnya. Yang disebutkan bahwa sebagai pemerintah yang pertama sejak tahun 1750 adalah anak dari Waney yang bernama WALA yang disebut sebagai teterusan. Lengkapnya berturut-turut yang menjadi Pemerintah Desa Talaitad (baik definitif, penjabat ataupun pelaksana harian) adalah sebagai berikut :

  1. Tahun 1750 sampai 1795: Teterusan Wala
  2. Tahun 1795 sampai 1859: Lukas Waney (anak teterusan Wala)
  3. Tahun 1859  sampai 1860: Fredrik Waney (anak Lukas Waney)
  4. Tahun 1860 sampai 1895: Eduard Ngajow
  5. Tahun 1895 sampai 1902: Paul Waroka
  6. Tahun 1902 sampai 1914: Apolos Sarijowan
  7. Tahun 1914 sampai 1937: Jesaja Sinaulan
  8. Tahun 1937 sampai 1938: Piter Sagrang (Pejabat)
  9. Tahun 1938 sampai 1960: Jahja Sarijowan
  10. Tahun 1960 sampai 1963: Aristarkus Assa
  11. Tahun 1963 sampai 1970: Jahja Sarijowan
  12. Tahun 1970 sampai 1973: Fredrik Mogot
  13. Tahun 1973 sampai 1990: Jan M. Momongan
  14. Tahun 1990 sampai 1993: Jhon Sinaulan (Pejabat)
  15. Tahun 1993 sampai 1998: Hans A. Momongan
  16. Tahun 1998 sampai 2001: Jhon Sinaulan (Pejabat)
  17. Oktober 2001 – Nopember 2001: Erents A. Runtuwene (Plt)
  18. Tahun 2001 sampai 2006: Fredinand N.E.Momongan, S.Th.
  19. September 2006 – Desember 2006: Jefry M. Weol (Plt)
  20. Tahun 2006 sampai sekarang: Aleta V.N. Mangindaan , S.Th.

 

  1. Sejarah Perkembangan Penduduk

Penduduk desa semula masih sangat sedikit hanya terdiri dari beberapa rumah tangga saja. Lambat laun lebih banyak oleh pertambahan kelahiran keluarga baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar.

Saat ini  jumlah penduduk sebanyak 1243 Jiwa. Ketambahan penduduk sejalan program pemerintah yakni KB maka sangatlah sedikit pertambahannya contoh :

  • Tahun 1976 = 1202 jiwa
  • Tahun 1977 = 1209 jiwa
  • Tahun 1978 = 1243 jiwa

Sampai pada penyusunan naskah ini yakni Maret 2007 keadaan penduduk Desa Talaitad yaitu 409 Kepala Keluarga dengan 1518 Jiwa.

Pada masa pemerintahan Belanda sebelum Jepang penduduk hanya dibawah 500 jiwa terus sampai melebihi 1000 jiwa. Jika pada akhir ini pertambahan penduduk sangat kurang selain dari pengaruh KB disebabkan juga oleh kepindahan penduduk ke kota dan ke desa lain.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement