Connect with us

Feature

Adat Istiadat Kawin Masyarakat Talaitad

zonautara.com
Lansekap Talaitad Utara. (Foto: zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

Dahulu seorang pemuda yang tertarik dengan seorang pemudi tidak dapat langsung yang bersangkutan berhadapan dengan pemudi tersebut. Hendaknya melalui perantara baik laki-laki maupun perempuan yang tua. Biasanya yang muda jika ingin berumah tangga haurs segera diberitahukan kepada orang tua.

Yang menyampaikan adalah penghubung itu sendiri, barulah sang pemuda dapat datang kerumah sang pemudi. Bilamana telah cukup umur sang pemudi untuk menikah atau sesuai dengan kemauan orang tua sang pemudi itu bahwa ia sudah dapat dikawinkan, maka melalui penghubung tadi maksud ini disampaikan kepada orang tua sang pemudi. Bila telah mendapat persetujuan maka ditetapkanlah waktu bagi orangtua pria untuk menghadap orang tua sang pemudi.

Acara yang akan diadakan ini disebut MANGILEK, yakni pada waktu orang tua pihak pria datang  ke rumah pihak wanita dalam keadaan tertutup.   Karena itu pihak pria didahului dengan mengetuk pintu kalau dibuka berarti diterima.

Bila ada persetujuan pihak wanita, maka sebagai tanda oleh pihak pria memberikan bingkisan dalam bentuk sampul yang berisikan uang. Jumlahnya tidak tetap hanya sesuai dengan kemauan dan kemampuan  pihak pria.

Apabila telah disetujui bersama maka biasanya pada waktu itu juga dibicarakan tentang kelangsungan perkawinan. Pada saat kegenapan perkawinan acara ramah tamah biasanya lebih dahulu diadakan pada pihak wanita, lalu kemudian pada pihak pria yaitu setelah wanita dihentar ke rumah pihak pria.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Warga Minsel

Copyright © 20178 Matadesa.com. Operate by ZonaUtara.com. || design: Ronny A. Buol