Connect with us

Feature

Picu Adrenalin Tengok Bekas Kampung Tua Kotamenara

matadesa.com

MANADO, MATADESA.com – Desa Kotamenara merupakan satu desa yang terletak di Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan. Ia berjarak kurang lebih 25 kilometer dari pusat Kota Amurang. Keunikan nama desa tersebut menjadi penarik perhatian tim Zona Utara untuk mengunjunginya.

Akses jalan menuju ke desa tersebut meski terbilang sempit namun sudah beraspal. Begitu tiba di desa tersebut langsung disambut udara sejuk dataran tinggi. Hal ini tidak mengherankan karena keberadaan desa tersebut hanya berjarak sekitar tujuh kilometer dari Gunung Soputan.

Keberadaan Desa Kotamenara yang kini masih tergolong permukiman yang baru. Kepala Desa atau Hukum Tua (Kumtua) Kotamenara Joyke Sondakh mengatakan bahwa kampung tua sebelumnya berada di lokasi yang berjarak sekitar tiga kilometer dari letak desa yang sekarang. Namun lokasi tersebut sudah menjadi wilayah perkebunan rakyat.

“Kampung tua tersebut dahulunya dibentuk pada 20 April 1954 dan terletak di wilayah Lekuan,” jelas Kumtua Kotamenara.

Tertarik dengan keberadaan kampung tua yang sudah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan rakyat tersebut, tim Zona Utara menuju lokasi bekas kampung tua Kotamenara sebelum dipindahkan ke tempat yang sekarang ini.

Jalan menuju kampung tua tersebut benar-benar memacu adrenalin karena medan perjalanan yang terbilang ekstrim. Sempat melewati jalan sempit dengan dinding tanah setinggi tiga meter. Sepeda motor yang dikendarai hanya boleh melewati bekas jalan sudah terbentuk sebelumnya.

Di lokasi yang dituju terhampar di depan mata hanyalah perkebunan rakyat seperti perkebunan pada umumnya. Sepintas tak terlihat bekas perkampungan warga sejak tahun 1950-an.

Di sana ditemukan satu petunjuk yang masih tersisa, yakni tugu yang berbentuk segi empat, dengan ukuran lebar sekitar 75 centimeter (cm) dan tinggi sekitar 120 cm. Di sisi satunya tertulis UUD 1945 dan di sisi lainnya tertulis Pancasila. Meski tulisannya hampir terhapus karena dimakan usia, tugu itu terlihat masih kokoh berdiri. Sedangkan puing-puing sisa bangunan perkampungan benar-benar telah hilang.

Sekembalinya dari lokasi tersebut, Kumtua Desa Kotamenara menjelaskan hal ikhwal perpindahan kampung. Menurutnya, sekitar tahun 1982 gunung Soputan meletus. Karena lokasi Desa Kotamenara tua terbilang sangat dekat dengan gunung tersebut maka penduduk mengungsi ke tempat sekarang.

Pemerintah kemudian menyiapkan lahan lokasi pemukiman yang baru yang akhirnya resmi ditempati warga semenjak tahun 1985 hingga saat ini.

Nama Kotamenara itu sendiri, menurutnya, adalah akronim dari Kanonang Oleh Tolongan Allah Mendapat Negeri Alasan Rakyat Asli.

 

Penulis: Garry Kaligis
Editor: Rahadih Gedoan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Warga Minsel

Copyright © 20178 Matadesa.com. Operate by ZonaUtara.com. || design: Ronny A. Buol