Connect with us

Feature

99 Persen Penduduk Kotamenara Hidup Dari Hasil Captikus

matadesa.com

MINSEL, MATADESA.com – Sekitar 99 persen penduduk Kotamenara hidup dari hasil pertanian. Mereka rata-rata menyadap nira pohon Aren untuk diolah jadi minuman tradisional Captikus dengan kadar alkohol yang bervariasi. Selain diolah jadi Captikus, masyarakat juga memaksimalkan nira pohon Aren untuk membuat Gula Merah.

Kepala Desa atau Hukum Tua (Kumtua) Kotamenara Joyke Sondakh ketika disambangi wartawan Zona Utara di rumahnya, Jumat (16/2/2018), mengatakan bahwa itulah yang menjadi penghasilan utama masyarakat di Kotamenara.

“Masyarakat di sini mengandalkan hasil olah Captikus dan Gula Merah untuk membiayai kehidupan sehari-hari, menyekolahkan anak, dan kebutuhan lainnya. Hasil olahan tersebut dijual langsung masyarakat ke pasar,” kata Joyke.

Untuk Captikus, lanjutnya, dijual ke warung-warung hingga ke pabrik yang membutuhkan bahan dasar olahan minuman beralkohol. Setiap petani bisa memproduksi sekitar 200 liter Captikus dalam seminggu.

“Bisa dibayangkan bagaimana nasib masyarakat di sini bila peredaran Captikus makin dilarang. Masyarakat di Kotamenara pasti akan kesulitan karena selama bertahun-tahun ini masyarakat rata-rata mengandalkan hasil olah pohon Aren tersebut,” ujarnya dengan nada prihatin.

Menurutnya lagi, Kotamenara ke depan membutuhkan perhatian Pemerintah untuk menciptakan pasar yang bagus untuk penjualan Captikus dan Gula Merah. Pernah ada perusahaan dari Kota Tomohon yang ingin membeli Gula Merah dari Kotamenara namun sayangnya harga yang ditawarkan terlampau rendah sehingga tidak ada yang mau.

 

Penulis: Rahadih Gedoan
Editor: Rahadih Gedoan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Warga Minsel

Copyright © 20178 Matadesa.com. Operate by ZonaUtara.com. || design: Ronny A. Buol